Tuesday, 14 October 2008

Masa Depan Yang Tak Futuristik

Bukan begini suasana tahun 2008 yang gw bayangkan saat gw masih sd dulu. Ya okelah sekarang gw buka pintu ruangan manapun di kantor harus pake id card [meski tetep kurang keren--harusnya pake alat scanner retina mata]. Dan temen-temen kantor gw, mereka enggak berpakaian ketat dengan warna keperak-perakkan. Motor yang gw kendarai--bgitu juga dengan kendaraan yg lain di parkiran-- rodanya masih napak di tanah. Sekali lagi, okelah kalo diparkir tetep napak di tanah, tapi saat sedang melaju, ya harus melayang. Melayang di antara gedung-gedung bertingkat, dengan lalu lintas yg padat. Oh my...

Beuh, pengen deh gw menyalahkan para pembuat film-film fiksi ilmiah jaman batu itu. Imajinasi mereka berlebihan. Mungkin belum sekarang. Mungkin nanti saat umur gw 50an, sudah ada mesin waktu carteran yg bisa gw sewa. Gak muluk-muluk, gw pengen bilang ke Rio yg masih sd itu, kalo masa depannya tak se-futuristik itu. Kurangi film dan komik, dan pergilah bermain sepeda. Karena sampai kapanpun sepeda takkan pernah melayang.

No comments: