Bukan begini suasana tahun 2008 yang gw bayangkan saat gw masih sd dulu. Ya okelah sekarang gw buka pintu ruangan manapun di kantor harus pake id card [meski tetep kurang keren--harusnya pake alat scanner retina mata]. Dan temen-temen kantor gw, mereka enggak berpakaian ketat dengan warna keperak-perakkan. Motor yang gw kendarai--bgitu juga dengan kendaraan yg lain di parkiran-- rodanya masih napak di tanah. Sekali lagi, okelah kalo diparkir tetep napak di tanah, tapi saat sedang melaju, ya harus melayang. Melayang di antara gedung-gedung bertingkat, dengan lalu lintas yg padat. Oh my...
Beuh, pengen deh gw menyalahkan para pembuat film-film fiksi ilmiah jaman batu itu. Imajinasi mereka berlebihan. Mungkin belum sekarang. Mungkin nanti saat umur gw 50an, sudah ada mesin waktu carteran yg bisa gw sewa. Gak muluk-muluk, gw pengen bilang ke Rio yg masih sd itu, kalo masa depannya tak se-futuristik itu. Kurangi film dan komik, dan pergilah bermain sepeda. Karena sampai kapanpun sepeda takkan pernah melayang.
Tuesday, 14 October 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment