Apa itu Ginko Biloba? yap, pertanyaan itu yg tiba2 melintas di pikiran gw sebelum tidur. Malas berpusing-pusing ria mencari jawabannya, gw langsung tidur pulas. ~trriiiiinngg~ Waw tiba-tiba gw adalah ninja. Yeah babe, real japanese ninja [emang ada ninja dari portugal?]. Kali ini gw beruntung mendapatkan peran di mimpi sekeren ini. Biasanya sih jadi korban tabrak lari atau jadi maling yang dikejar-kejar warga ooooh~. Sebenarnya plotnya gak jauh dari melarikan diri. Meski gw ninja, tetep aja gw harus lari dari kejaran pasukan kerajaan jepang. Ya, gw menculik putri cantik kerajaan. Sambil melakukan perlawanan, si ninja ganteng ini [halah] terus berlari dan melompat-lompat di atas genteng sambil menggendong sang putri [how come it is possible?]
Jangan-jangan si ninja kelebihan energi gara-gara habis menenggak Ginko Biloba?! What the hell is ginko biloba anyway?
Saturday, 25 October 2008
Tuesday, 14 October 2008
Masa Depan Yang Tak Futuristik
Bukan begini suasana tahun 2008 yang gw bayangkan saat gw masih sd dulu. Ya okelah sekarang gw buka pintu ruangan manapun di kantor harus pake id card [meski tetep kurang keren--harusnya pake alat scanner retina mata]. Dan temen-temen kantor gw, mereka enggak berpakaian ketat dengan warna keperak-perakkan. Motor yang gw kendarai--bgitu juga dengan kendaraan yg lain di parkiran-- rodanya masih napak di tanah. Sekali lagi, okelah kalo diparkir tetep napak di tanah, tapi saat sedang melaju, ya harus melayang. Melayang di antara gedung-gedung bertingkat, dengan lalu lintas yg padat. Oh my...
Beuh, pengen deh gw menyalahkan para pembuat film-film fiksi ilmiah jaman batu itu. Imajinasi mereka berlebihan. Mungkin belum sekarang. Mungkin nanti saat umur gw 50an, sudah ada mesin waktu carteran yg bisa gw sewa. Gak muluk-muluk, gw pengen bilang ke Rio yg masih sd itu, kalo masa depannya tak se-futuristik itu. Kurangi film dan komik, dan pergilah bermain sepeda. Karena sampai kapanpun sepeda takkan pernah melayang.
Beuh, pengen deh gw menyalahkan para pembuat film-film fiksi ilmiah jaman batu itu. Imajinasi mereka berlebihan. Mungkin belum sekarang. Mungkin nanti saat umur gw 50an, sudah ada mesin waktu carteran yg bisa gw sewa. Gak muluk-muluk, gw pengen bilang ke Rio yg masih sd itu, kalo masa depannya tak se-futuristik itu. Kurangi film dan komik, dan pergilah bermain sepeda. Karena sampai kapanpun sepeda takkan pernah melayang.
Friday, 3 October 2008
Koala and The Misterious Panda
What panda? Aku pernah melihat beruang cina ini sekali--meski ia jelas bukan dari cina. "Heh, mana ada panda.. panda fiktif itu..", ujarku pada seekor koala hutan.
Aku sendiri sedang ogah-ogahan untuk turun dan hunting. I'm not in mood for that kind of "fighting". Bukan juga karena aku masih berusaha menyembuhkan diri dari luka cakar mereka. Bukan. Ehhm.. I just don't know man. It's still a mistery for me too. A mistery why she came to me, and why i do love her so much. Aku masih ingin menulis cerita-cerita lucu tentang aku dan dia. Yang mungkin akan semakin menguatkanku saat aku benar-benar terbang bebas lagi. Suatu sore nanti.
Yang pasti tak ada koala nomer dua. Koalaku cuma satu.
Aku sendiri sedang ogah-ogahan untuk turun dan hunting. I'm not in mood for that kind of "fighting". Bukan juga karena aku masih berusaha menyembuhkan diri dari luka cakar mereka. Bukan. Ehhm.. I just don't know man. It's still a mistery for me too. A mistery why she came to me, and why i do love her so much. Aku masih ingin menulis cerita-cerita lucu tentang aku dan dia. Yang mungkin akan semakin menguatkanku saat aku benar-benar terbang bebas lagi. Suatu sore nanti.
Yang pasti tak ada koala nomer dua. Koalaku cuma satu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

