Thursday, 24 July 2008

Fake a Smile

Aku tak lagi mengerti bagaimana membiarkanmu bermanja di sela-sela perbincangan. Kini aku bertanya-tanya kenapa kau selalu mengubah suaramu saat mengangkat telefonku. Aku tak mengingat cerita yang kau ceritakan beberapa menit yang lalu. Aku tak lagi ingin berada di sana, dimana kau menungguku. I'm forcing to fake a smile, baby. I don't know why. But i'm quite sure what's wrong with us. Somebody else says i shouldn't iqnore it, nor fake it, nor to keep it.

I'm no good for you anymore.

No comments: