Thursday, 26 June 2008

Without You

Jarum penunjuk detik di atas sana tak bergerak saat senyumnya yang khas membalas tatapan yang dingin kaku ini. Dia indah. Tetap cantik seperti biasanya. Salah satu ciptaan Sang Khalik yang dulu, sekarang, dan akan selalu kukagumi. Aku masih ingat semuanya. Ingat kau yang tak pernah menerima pujianku tentang kecantikanmu. "Gombal..", balasmu lalu tersenyum. Biarlah, dia selalu begitu.

Kau tak lagi di sini. Jauh sudah aku melangkah tanpamu menemani. Frame kayu berwarna cokelat itu telah terisi dengan potret dan nama yang lain. Kehilanganmu membuatku lemah sayang. I fall so hard that day. And i've tried so hard to tell myself that you're gone. Really gone. Tapi aku bisa bangkit lagi. Hingga kutemukan namamu bisa tergantikan sayang, meski takkan terlupakan.

Detik ini, di hadapan wajahmu walau hanya berupa untaian jutaan pixel berwarna,

kubalas senyummu sebelum waktu kembali berputar,

aku rindu kamu.

No comments: