Sunday, 29 June 2008

Late Nite Cappuccino

bubuk cokelat berputar pelan di atas kapucinoku
what a funny chocolate-hole spiral
it's dragging me into something i cannot refuse
an admiration of her

duh, caramu menengadah sejenak
mengintip duniaku dari balik uraian rambut ikalmu
caramu meninggalkan senyum
sebelum kau menghilang dibalik tembok raksasa

makin lama gw makin ragu akan penyangkalan gw
benarkah aku tak mengagumimu setengah mati?
why am i so shy when i'm beside you?
jangan-jangan gw jatuh cinta [lagi]? well

hmmm.. bubuk cokelat itu sekarang sudah larut
it's unextractable. like what i feel over you
minum sekarang atau tunggu dingin ya?
aku akan menelefonnya sembari menghabiskan kapucinoku

i will.

Thursday, 26 June 2008

Without You

Jarum penunjuk detik di atas sana tak bergerak saat senyumnya yang khas membalas tatapan yang dingin kaku ini. Dia indah. Tetap cantik seperti biasanya. Salah satu ciptaan Sang Khalik yang dulu, sekarang, dan akan selalu kukagumi. Aku masih ingat semuanya. Ingat kau yang tak pernah menerima pujianku tentang kecantikanmu. "Gombal..", balasmu lalu tersenyum. Biarlah, dia selalu begitu.

Kau tak lagi di sini. Jauh sudah aku melangkah tanpamu menemani. Frame kayu berwarna cokelat itu telah terisi dengan potret dan nama yang lain. Kehilanganmu membuatku lemah sayang. I fall so hard that day. And i've tried so hard to tell myself that you're gone. Really gone. Tapi aku bisa bangkit lagi. Hingga kutemukan namamu bisa tergantikan sayang, meski takkan terlupakan.

Detik ini, di hadapan wajahmu walau hanya berupa untaian jutaan pixel berwarna,

kubalas senyummu sebelum waktu kembali berputar,

aku rindu kamu.

Sunday, 22 June 2008

Belanda dan Ponsel Gratis

Menit 70-an, Belanda masih tertinggal 0-1 dari Rusia. Sial, meskipun gw kesel sama Belanda gara-gara mreka mempermalukan Italia, gw kali ini berharap Van Der Sar dkk bisa bangkit mengejar ketertinggalan. Gila! Ponsel N*kia gretong bisa melayang nih.. :P hehehehe. Lagian gw pingin Belanda menang [begitu juga Italia yg besok bakal ketemu spanyol] supaya semi-final ideal versi gw bisa terjadi; Belanda ketemu [lagi] dengan Italia. Nah, kalo Italia masih keok juga, ya sudahlah.. belain Persma Manado aja!

Go Nederland! Lanjutkan perjuanganmu. Ogut mau pulang dulu. Btw gw parkir di mana ya?

Sekitar menit 80-an gitu, Van Nistelroy bikin ulah. Apalagi ulahnya kalo gak bikin gol? Yaiks!!! It's the equalizer! Sekarang gw jadi sewot sendiri. Gak jelas dukung siapa. Pulang kagak niiih?

Jadilah nonton sampe habis.. Lalu satu gol pamungkas dari Rusia membuatku tambah bingung. Kenapa juga gw nulis-nulis Belanda di belakang fotokopian id card ku??

Sunday, 15 June 2008

Ironing my Dark Suit

Someone knock on my door tonight. Someone with an urn and fuckload of postcard.

Damn! Sulit ku mencerna bagaimana hal ini bisa terjadi. Kenapa kesal yang terasa saat vas debumu kuletakkan sendiri di mejaku? Siapa pula yang siap menyandingan debu duka dengan bunga segar beraroma asmara? Kini kemeja kuning terang ini harus lepaskan. Oh boy, i'm just going to iron my dark suit now.

Aku berpikir, tentang beberapa hal dalam hidupku yang tetap ambigu, bahkan tak terjawab hingga kini. Mengapa gelap tak kan pernah menakutkanku lagi?

Sekarang, kirimkan lagi aku postcard dari khayangan. Jangan, jangan tunda lagi, nanti aku keburu mati dan bertemu lagi denganmu. Aku tak mau itu.