Berlari-lari kecil menyusuri eskalator.. Bergegas menuju departemen store di lantai bawah. Sementara itu, ia menunggu di atas. Kusembunyikan nafasku yang terengal-engal saat aku tiba menjemputnya di tempat tadi. Senyumnya menyambut. Lalu sepasang sepatu tali yang putus itu kumasukkan ke dalam tas.
Kau, gadis spesialku di masa SMA yang indah, justru hanya tanda-tanganmu lah yang tak menghiasi kemeja seragamku yang telah penuh coretan itu. Di saat seluruh siswa merayakan kelulusan dengan tradisi corat coret seragam, seharusnya tanda-tanganmu ada di situ. Di seragam yg hingga kini terlipat rapih di lemari. Namun saat itu kau mengurungkan niat ketika dia datang menghampiri, menyapa, memecah suasana hening saat kita bertatap mata, dan mulai menggoreskan spidol merahnya di bagian belakang kemejaku. Di hari-hari terakhir caturwulan itu, dia memang sempat mencuri hatiku --yang walaupun hanya untuk sesaat-- .
Waktu berlalu. Yang tertinggal hanya ingatan dan foto kecil itu. Foto yang kau berikan langsung untukku. Obat rindu saat hitungan tahun kulewati tanpa melihat wajahmu hingga detik ini. Saat kabar ikatan sakral itu sampai padaku.
Selamat menempuh hidup baru..
Saturday, 3 May 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment