"..hei sobat.. mulailah menari.. bla-bla-bla.. rasakan cinta.."
"... rrrrwwwrrrr..rrrhhwrr..."
Kombinasi lagu dan suara mesin penghisap debu yang kubenci. Pertama, aku tak suka lagu itu. Entah kenapa. Seseorang pernah memutarnya berulang-ulang di ruangan ini hingga aku muak mendengarnya. Hingga deru vacuum cleaner yang datang memecah konsentrasi kerja dan suasana hening di pagi hari. Aargghh.... !!!
Wednesday, 30 April 2008
Wednesday, 16 April 2008
Knop Kanal Audio
Akibat buru-buru dan tidak teliti, kualitas audio salah satu tayangan progsus via web hancur gak jelas. Makasih buat temen-temen yang udah nerima teguran bos, dan akhirnya ngedit ulang, juga buat pemirsa yang udah ngasih tau lewat kolom komentar website. Huuuff it's all my fault....
Semuanya berawal saat aku lupa menyetel dua knop kanal audio di VTR. Limiter-nya pun tak dihidupkan. Fatalnya lagi, kualitas audionya tidak ku re-check lagi setelah di-upload. Parah banget?
Semuanya berawal saat aku lupa menyetel dua knop kanal audio di VTR. Limiter-nya pun tak dihidupkan. Fatalnya lagi, kualitas audionya tidak ku re-check lagi setelah di-upload. Parah banget?
Sunday, 6 April 2008
Naughty boy, oh naughty boy.. What would you do next?
Anak bandel! Masuk ke kamarmu sekarang, dan pikirkan kembali apa yg telah kau lakukan!!
Tidak. Di sudut ruangan itu, bocah itu justru sedang merancang rencana berikutnya. Pikirannya melayang-melayang liar menembus dinding-dinding yang membatasi ruang geraknya, menghilangkan tirai yang mempersempit jarak pandangnya, seakan membawanya kembali menyatu dengan dunia gila di luar sana.
Ia tidak dibesarkan dengan segala keliaran ini. Ia tidak diajarkan untuk menjerumuskan diri sendiri ke lobang yang sama berkali-kali. Entahlah, dia memilih sendiri.
Tidak. Di sudut ruangan itu, bocah itu justru sedang merancang rencana berikutnya. Pikirannya melayang-melayang liar menembus dinding-dinding yang membatasi ruang geraknya, menghilangkan tirai yang mempersempit jarak pandangnya, seakan membawanya kembali menyatu dengan dunia gila di luar sana.
Ia tidak dibesarkan dengan segala keliaran ini. Ia tidak diajarkan untuk menjerumuskan diri sendiri ke lobang yang sama berkali-kali. Entahlah, dia memilih sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)

